My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Kamis, 08 Desember 2011

Perempuan-perempuan Pahlawan Lingkungan

Perempuan-perempuan berikut layak dianggap sebagai pahlawan lingkungan. Para wanita ini tidak hanya membuktikan bahwa perempuan mampu mengukir jasa bagi masyarakat namun mereka juga membuktikan bahwa perempuan pun layak memberikan darma baktinya bagi lingkungan hidup.

Indonesia mempunyai R. A. Kartini yang berjuang demi martabat kaum hawa. Indonesia memiliki sejumlah pahlawan nasional dan kemerdekaan yang meskipun perempuan tapi ikut mengangkat senjata melawan penjajah. Indonesia juga memiliki pahlawan-pahlawan wanita yang bergelut dalam masalah-masalah lingkungan.

Tanpa bermaksud mengesampingkan kiprah para wanita lainnya, nama-nama perempuan berikut Alamendah comot dari nama-nama perempuan yang menerima penghargaan Kalpataru dalam lima tahun terakhir. Kalpataru sendiri merupakan penghargaan pada tingkat nasional di bidang lingkungan hidup. Mereka layak disebut pahlawan.

Penghargaan Kalpataru diberikan setiap tahun oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada perorangan atau kelompok masyarakat yang telah menunjukkan kepeloporannya dan telah berjuang demi pelestarian lingkungan hidup. Dan dari para penerima Kalpataru tersebut beberapa di antaranya adalah perempuan. Maka inilah beberapa sosok pahlawan perempuan bagi lingkungan.
Kholifah, Perempuan Perintis Lingkungan tahun 2010

Kholifah, Perempuan Perintis Lingkungan tahun 2010

Kholifah, wanita penerima kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2010

Perempuan dari desa Kedungringin, Beji, Pasuruan, Jawa Timur ini layak jadi pahlawan lingkungan. Sejak tahun 1999 Kholifah merintis pembuatan trichogramma, pupuk organik cair, pupuk organik padat, pengembangan tanaman hias, dan pengembangan jamur antagonis dengan peralatan sederhana. Program ini dapat membantu meningkatkan produksi petani dan berhasil menurunkan penggunaan pupuk buatan dan pestisida kimia.

Dra. Endang Sulistyowati, wanita penerima Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan tahun 2010

Perempuan yang juga guru biologi dan pendidikan lingkungan hidup SMAN 2 Kota Probolinggo, Jawa Timur ini juga pahlawan lingkungan. Aktif dalam berbagai organisasi masyarakat, Endang mengajak penduduk setempat menanam 23.000 pohon bakau di lahan seluas 5 ha di pesisir utara Kota Probolinggo. Ia juga menggagas penanaman pohon SAJISAPO (Satu Jiwa Satu Pohon) di lingkungan sekolahnya.
Sriyatun Djupri, wanita Perintis Lingkungan 2008

Sriyatun Djupri, wanita Perintis Lingkungan 2008

Sriyatun Djupri, wanita penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan 2008

Wanita sahabat sampah yang tinggal Jl. Jambangan Rt 004/003 Kel/Kec Jambangan Kota Surabaya, Jatim ini layak disebut sebagai pahlawan lingkungan. Mulai tahun 1986, Sriyatun mulai menggerakkan warga sekitar untuk melakukan pemilahan sampah, penghijauan pekarangan dan jalan warga di sepanjang Kali Surabaya serta membuat saluran WC di sekitar rumah. Kegiatan ini dilakukan melalui Kelompok Dasa Wisma yang memanfaatkan anggota kelompok PKK, Karang Taruna dan para kepala keluarga sebagai kader lingkungan.

Di tahun 2004 Sriyatun mendirikan Kelompok Kader Lingkungan Sri Rejeki, aksinya berupa pelatihan bagi warga sekitar untuk memilah dan mengolah sampah, pembibitan tanaman, penghijauan pekarangan, jalan dan pinggir sungai, serta membuat dan menggunakan jamban umum. Pengeloaan sampah dilakukannya dengan metode 3R.

Theresia Mia Tobi, perempuan Perintis Lingkungan 2008

Theresia Mia Tobi, perempuan Perintis Lingkungan 2008

Theresia Mia Tobi, perempuan penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan 2008

Perempuan yang tinggal di RT 13 RW 06, Dusun Bawalatang, Desa Nawokote, Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur juga layak menyandang gelar pahlawan lingkungan. Ibu Theresia tanpa kenal lelah memberdayakan masyarakat melalui penanaman pohon dengan semboyan “bila satu pohon ditebang, akan diganti dengan penanaman seribu pohon”. Kepercayaan masyarakat kepada Ibu Theresia dapat diukur dari keikutsertaan seluruh warga Desa Nawakote kemudian melakukan pembitan, penangkaran dan penanaman gaharu di pekarangan rumah maupun areal hutan.

Wayan Sutiari Mastoer, perempuan penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan 2006

Wanita satu ini juga layak jadi pahlawan lingkungan. Dengan dibantu pegawai dan anggota keluarganya ia mengumpul sisa-sisa tumbuhan dan sampah anorganik untuk di daur ulang menjadi hiasan berupa bunga kering, hiasan dinding, bros, giwang dan sebagainya. Wanita yang juga bendahara POPRI (Perkumpulan Olahraga Pernapasan Indonesia) ini tidak henti-hentinya mendemonstrasikan dan melatih masyarakat sekitar. Hasil karyanya diminati oleh banyak kalangan hingga Bali dan mancanegara.

Perempuan-perempuan ini layak dianggap sebagai pahlawan lingkungan hidup lantaran kepedulian mereka pada lingkungan hidup. Alamendah yakin, kiprah dan jasa mereka pada lingkungan hidup bukan hanya membuat R. A. Kartini tersenyum bangga di alam sana. Namun, bumi pun ikut tersenyum bahagia.

Sekali lagi sosok-sosok wanita tersebut adalah sedikit contoh pahlawan wanita, pahlawan lingkungan hidup. Di luar sana masih banyak pahlawan-pahlawan perempuan bagi lingkungan hidup yang lain.
sumber:

0 komentar:

Posting Komentar