My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Kamis, 03 November 2011

KEBAYA, SEBUAH KARYA CERMINAN WANITA INDONESIA

Siapa yang tidak mengenal kebaya? Salah satu karya Indonesia ini memang selalu menjadi primadona khususnya bagi kaum wanita. Tidak hanya terkenal di bumi pertiwi, desainnya yang cantik dan elegan membuat Kebaya begitu tersohor di mancanegara.
Pada dasarnya Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan untuk wanita pada abad 15 atau 16 masehi. Biasanya terbuat dari bahan tipis yang dipadankan dengan kain batik atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan beragam motif. Konon, Kebaya berasal dari bahasa Arab yakni “Abaya” yang berarti pakaian dan diperkenalkan lewat bangsa Portugis ketika mereka mendarat di Asia Tenggara.
Sebelum masuknya kebaya di Indonesia, para wanita di Indonesia belum mengenal kain tenun panjang. Mereka masih menggunakan pakaian bermodel kemben sebagai pakaian sehari-hari. Saat masuknya budaya Islam di Indonesia, Kebaya pun datang dan menggeser pakaian bermodel kemben. Pada saat itu, kebaya masih tidak berlekuk mengikuti bentuk tubuh, melainkan panjang lengkap dengan lengan yang panjang pula.
Seiring dengan perkembangan zaman, kebaya dipakai oleh seluruh wanita di Indonesia. Desainnya pun beragam dengan modifikasi disana-sini. Kebaya kerap kali dipakai oleh kalangan wanita keraton dengan menggunakan bahan dan warna yang elegan. Sementara untuk masyarakat biasa menggunakan kain katun yang kasar dan tradisional. Bangsawan Belanda saat itu pun turut memakai busana ini dengan melakukan modifikasi seperti membuat kebaya dengan lengan yang lebih pendek. Dari sanalah unsur eropa ikut mempengaruhi desain pada Kebaya.
Pada awal tahun 1920-an, nasionalisme di Indonesia membuncah. Banyak organisasi tradisional maupun bentukan pemerintah pada masa itu menyuarakan isu nasionalisme. Kondisi politik tersebut juga turut mempengaruhi perkembangan Kebaya pada saat itu. Sejak itu, Kebaya dianggap bercitra pribumi dengan segala perjuangannya. Sejak saat itu pula, banyak bangsawan Belanda yang meninggalkan busana ini karena dianggap bercitra pribumi. Kebaya pun semakin terasa nasionalisme nya saat menjelang kemerdekaan, dengan bernafas nasionalisme dan jiwa kemerdekaan bagi perempuan yang memakainya.
Sejak saat itu juga Kebaya sering dikaitkan dengan banyak momen kemasyarakat yang mencirikan nilai tradisionalisme dan nasionalisme seperti sebagai pakaian pernikahan, pakaian pertemuan formal kenegaraan hingga acara-acara penting lainnya yang mengusung citra Indonesia secara Internasional. Berbagai modifikasi dan sentuhan lebih tradisional juga banyak dilakukan oleh beragam perancang di dunia mode Indonesia. Hingga saat ini banyak bermunculan beragam kebaya dengan model dan ciri yang beragam.
Meskipun Kebaya merupakan asimilasi dan modifikasi dari beragam entitas suku dan etnik yang pernah datang di Indonesia, namun merupakan sebuah kebanggan bagi para wanita bila mengenakan Kebaya. Tidak hanya sebagai entitas fesyen, Kebaya sudah terlanjur membumi dan membawa nilai-nilai tradisionalis dan nasional dari tanah Indonesia. Tak heran, setiap wanita yang mengenakan kebaya, merupakan cerminan wanita Indonesia.
sumber:http://palingindonesia.com/kebaya-sebuah-karya-cerminan-wanita-indonesia/

0 komentar:

Posting Komentar