Pada masa peralihan abad ke-19 dan ke-20 kaum Aristokrat memiliki kesempatan mengadakan kontak dan pergaulan dengan masyarakat Eropa melalui lembaga Pendidikan. Jumlah putra-putri kaum pribumi yang bersekolah pada lembaga pendidikan Eropa semakin besar. Hal ini sangat wajar berdasarkan lokasi sosialnya, bangsawan pribumi menjadi pelopor modernisasi masyarakat Indonesia. Tidak mengherankan pula dari kalangan itu muncul prakasarsa untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita yang diasuh oleh para warga ningrat itu sendiri.
Kaum wanita selain mendapat pelajaran untuk mengasah kecerdasan dan ketrampilannya juga untuk membangun sopan santun dan kesusilaan. Karena wanita mendapat pendidikan pada lingkungan sekolah dan lingkungan keluarganya, maka sudah sewajarnya wanita mendapat panggilan suci dalam pendidikan. Jadi kunci kemajuan kaum wanita Indonesia adalah kombinasi antara pendidikan barat dengan timur.
2. Awal Mula Munculnya Organisasi Wanita Indonesia
Pada mulanya pergerakan wanita masih merupakan usaha dari beberapa orang perempuan dan belum dibentuk dalam suatu perkumpulan. Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920 pada dasarnya masih terbatas sifat dan tujuannya, yaitu menuju perbaikan kecakapan sebagai ibu rumah tangga. Cara mencapainya adalah dengan jalan menambah pengajaran, memperbaiki pendidikan, dan mempertinggi kecakapan khusus untuk wanita. Tujuan yang bersifat sosial kemasyarakatan kebangsaan belum dikemukakan. Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920 antara lain Putri Mardika yang didirikan atas bantuan Budi Utomo di Jakarta(1912). Perkumpulan ini bertujuan untuk memajukan pengajaran terhadap anak-anak perempuan dengan memberikan penerangan dan bantuan dana, mempertinggi sikap yang merdeka dan tegak serta melenyapkan tindakan malu-malu yang melampaui batas.

3. Tujuan Organisasi
Gerakan wanita Indonesia memliki beberapa tujuan, diantaranya :
a) Mendapat pelajaran untuk mengasah intelegensi untuk membangun sopan santun dan kesusilaan.
b) Memajukan pengajaran terhadap anak-anak perempuan dengan memberikan penerangan dan bantuan dana.
c) Mempertinggi sikap yang merdeka dan tegak.
d) Melenyapkan tindakan malu-malu yang melampaui batas.
e) Memajukan kecakapan kaum wanita yang bersifat khusus memasak, menjahit, merenda, memelihara anak dan sebagainya.
f) Meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
g) Menciptakan wanita Indonesia yang modern.
h) Merajut mimpi meraih masa depan yang cerah.
0 komentar:
Posting Komentar